Studi Literatur: Analisis Potensi Pemanfaatan Sisa Bahan Makanan Menjadi Kompos Dengan Metode Takakura Di Kantin SMP X Kota Palangka Raya
Kata Kunci:
Bioaktivator MOL nasi bekas, Limbah sisa makanan kantin, Metode takakura, Pengelolaan sampah organik, Pengomposan sekolahAbstrak
ABSTRAK
Pengelolaan sampah organik khususnya limbah sisa makanan menjadi tantangan serius di lingkungan sekolah karena dapat menghasilkan gas metana yang berkontribusi pada pemanasan global. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pemanfaatan limbah sisa makanan di kantin SMP X Kota Palangka Raya menjadi kompos menggunakan metode Takakura. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis publikasi ilmiah dari tahun 2016-2025, dilengkapi observasi singkat di kantin sekolah selama 15 menit pada jam istirahat. Data dikumpulkan melalui analisis komposisi sampah, estimasi timbulan sampah, dan kajian efektivitas metode Takakura berdasarkan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP X dengan estimasi populasi sebesar 312 jiwa menghasilkan estimasi timbulan sampah sebesar 2,49 kg per hari, dimana 62,47% atau sekitar 1,55 kg merupakan sampah organik berupa limbah sisa makanan. Jenis sampah organik yang paling banyak tersisa adalah nasi, diikuti sayuran dan lauk. Pengomposan Takakura dinilai sangat sesuai untuk diterapkan di SMP X mengingat metode ini hanya memerlukan keranjang berventilasi sederhana yang bisa ditempatkan di area sekolah. Keunggulan lainnya, proses pengomposan dapat diestimasikan selesai dalam 10 hari jika menggunakan MOL nasi bekas sebagai pengurai, dan tidak menimbulkan bau yang mengganggu proses belajar mengajar. Penggunaan MOL nasi bekas sebagai bioaktivator ini merupakan solusi ganda dalam menyelesaikan permasalahan limbah organik sisa makanan di SMP X. Dengan estimasi limbah sisa makanan mencapai 1,55 kg setiap hari atau 52 kg per bulan, SMP X berpotensi menghasilkan kompos berkualitas yang berguna untuk perawatan taman sekolah.

